Popular Post

Showing posts with label Menguasai Visual Basic. Show all posts

Program Konversi Warna Dengan Visual Basic

By : DG Comic
            Anda tentunya sudah mengenal istilah balok gulung atau Scroll Bar. Kalau Anda menggunakan perangkat lunak pengolah kata misalnya, maka jika tulisan yang Anda buat cukup panjang, maka pada bagian kanan jendela pengolah kata tersebut akan muncul sebuah balok yang dapat Anda naik turunkan untuk mencapai bagian dari halaman-halaman tertentu yang akan Anda cari. Nah, itulah yang disebut balok gulung. Di Visual Basic juga dikenal adanya kontrol balok gulung. Hanya saja, kontrol balok gulung ini bukan merupakan bagian dari suatu jendela tertentu seperti contoh pengolah kata tadi, melainkan merupakan kontrol yang dapat berdiri sendiri. Kadangkala ada kontrol tertentu yang memunculkan balok gulung, tetapi balok gulung tersebut bukan merupakan kontrol balok gulung. Misalnya Anda membuat suatu listbox yang memiliki daftar cukup panjang, akan tetapi ukuran dari listbox tersebut agak kecil, maka kontrol listbox tersebut otomatis akan memunculkan sebuah balok gulung, karena tidak mampu menampung daftar yang dikandungnya, tetapi balok gulung tersebut bukan kontrol balok gulung.

gambar 1

Perhatikan gambar 1. Pada gambar tersebut, balok gulung yang muncul pada kontrol listbox bukan merupakan kontrol balok gulung, tetapi balok gulung tersebut muncul semata-mata karena listbox tidak mampu menampung seluruh isi yang dikandungnya.
Kontrol balok gulung pada Visual Basic cukup berguna untuk mengatur atau menunjukkan posisi suatu jangkauan nilai tertentu. Maksudnya begini, misalnya ada sebuah jangkauan nilai dari 0 sampai dengan 10, maka jika posisi balok terletak di paling kiri berarti nilainya adalah 0, jika di tengah berarti nilainya adalah 5, jika di paling kanan maka nilainya adalah 10. Itu jika balok gulungnya horisontal. Jika vertikal maka dapat berarti jika posisi balok ada di paling bawah berarti bernilai 0 dan paling atas bernilai 10.
            Untuk menambah pemahaman tentang penggunaan kontrol balok gulung ini, akan diberikan contoh sebuah program konversi warna.
Program ini ditujukan untuk membantu menentukan warna berdasarkan angka heksadesimal dalam perancangan halaman HTML. Memang sekarang ini sudah banyak perangkat lunak yang dapat merancang halaman HTML secara visual dan dengan perangkat tersebut, warna-warna yang diinginkan tinggal dipilih dengan mengklik tombol mouse saja. Namun ada kalanya perancangan halaman HTML harus dilakukan secara teks dengan menuliskan tag-tag HTMLnya, misalnya untuk perancangan halaman HTML yang menggunakan bahasa skrip ASP atau PHP. Nah, pada keadaan seperti itu, program ini akan memiliki manfaat.
Sekarang mari kita buat program ini. Rancanglah form seperti gambar 2. Setelah selesai dengan perancangan form, ubahlah properti dari beberapa kontrol sebagai berikut:

gambar 2

Kontrol
Properti
Nilai
Form
(Name)
frmWarna
Caption
Konversi Warna
Text box 1
BackColor
&H00000000& (Warna Hitam)
Text box 2
Text
00
Text box 3
Text
00
Text box 4
Text
00
Label 1
Caption
Red
Label 2
Caption
Green
Label 3
Caption
Blue
HScroll 1
LargeChange
20
Max
255
Min
0
Small Change
1
HScroll 2
LargeChange
20
Max
255
Min
0
Small Change
1
HScroll 3
LargeChange
20
Max
255
Min
0
SmallChange
1
Command button 1
Caption
E&xit

Properti dari balok gulung yang diubah di atas memiliki pengertian sebagai berikut:

·         LargeChange: perubahan nilai yang terbesar karena bergesernya balok adalah sebesar 20 angka.
·         Max: nilai maksimum dari balok gulung adalah 255.
·         Min: nilai minimum dari balok gulung adalah 0.
·         SmallChange: perubahan nilai yang terkecil karena bergesernya balok adalah sebesar 1 angka.

Perubahan nilai tersebut dapat dicapai dengan cara sebagai berikut:

·         Jika digunakan panah atas/bawah atau kiri/kanan pada keyboard untuk menggeser balok, ataupun dengan mengklik tanda segitiga di kanan/kiri kontrol balok gulung, maka yang didapat adalah perubahan nilai yang terkecil, yaitu 1.
·         Jika digunakan tombol PageUp/PageDown untuk menggeser balok, maka yang didapat adalah perubahan nilai yang terbesar, yaitu 20.
·         Perubahan nilai adalah bebas jika balok gulung digeser-geser dengan cara didrag oleh mouse.

Kode pemrograman untuk program di atas diberikan pada listing 1.

Listing 1. Program konversi warna

Private Sub Command1_Click()
            End
End Sub

Private Sub HScroll1_Change()
            warna              'memanggil prosedur warna
            n = Hex$(HScroll1.Value)
            pj = Len(n)
            If pj = 1 Then
                        n = "0" & n
            End If
            Text2.Text = n
End Sub

Private Sub HScroll2_Change()
            warna              'memanggil prosedur warna
            n = Hex$(HScroll2.Value)
            pj = Len(n)
            If pj = 1 Then
                        n = "0" & n
            End If
            Text3.Text = n
End Sub

Private Sub HScroll3_Change()
            warna              'memanggil prosedur warna
            n = Hex$(HScroll3.Value)
            pj = Len(n)
            If pj = 1 Then
                        n = "0" & n
            End If
            Text4.Text = n
End Sub

            Pada kode program tersebut, terdapat sebuah prosedur buatan sendiri bernama warna. Untuk menambahkan prosedur tersebut, akan digunakan sebuah modul terpisah. Cara untuk menambahkan sebuah modul terpisah adalah sebagai berikut:

  • Klik kanan pada project window.
  • Pada menu yang muncul pilih add.
  • Pilih module.
  • Jika muncul kotak dialog, pilih module, lalu klik open.

Setelah Anda melakukan langkah-langkah di atas, akan muncul sebuah jendela yang mirip dengan jendela di mana kita memasukkan kode program. Pada jendela tersebut tuliskan kode program seperti tertulis pada listing 2.

Listing 2. Prosedur warna

Public Sub warna()
            frmWarna.Text1.BackColor = RGB(frmWarna.HScroll1.Value, _
            frmWarna.HScroll2.Value, frmWarna.HScroll3.Value)
End Sub

Keterangan dari kode program di atas adalah sebagai berikut:

Prosedur Private Sub Command1_Click() merupakan prosedur yang digunakan untuk menutup/menghentikan program.
Prosedur Private Sub HScroll1_Change(), Private Sub HScroll2_Change(), dan Private Sub HScroll3_Change() memiliki fungsi yang sama, yaitu jika nilai dari balok gulung yang bersangkutan berubah (karena digeser), maka prosedur warna akan dipanggil. Kemudian nilai dari balok geser tersebut dikonversikan menjadi heksadesimal dan ditampung dalam variabel n. Jika variabel n hanya terdiri dari satu karakter, maka didepannya akan diberi angka nol. Setelah itu nilai n akan ditampilkan pada text2, text3, atau text4 sesuai dengan balok gulungnya.
Prosedur warna akan memberi warna latar belakang text1 sesuai dengan nilai HScroll1, HScroll2, dan HScroll3 yang diubah ke nilai RGB (Red, Green, Blue).

Running program tersebut adalah sebagai berikut:

Dengan menggeser-geser balok gulung yang ada, maka angka-angka pada text box yang bersangkutan akan berubah sesuai dengan warna yang nampak pada text box warna. Misalnya text box red akan mempunyai angka 03, green 25, dan blue AB, maka warna yang nampak tersebut akan memiliki bilangan heksadesimal 0325AB. Bandingkan dengan gambar 3.

gambar 3

Membuat Fungsi Terbilang Dengan Visual Basic

By : DG Comic
Membuat Fungsi Terbilang Dengan Visual Basic 6.0

            Fungsi terbilang adalah fungsi yang melakukan konversi dari angka menjadi teks terbilangnya, misalnya 123,4567 menjadi seratus dua puluh tiga koma empat lima enam tujuh.

gambar 1

            Buatlah sebuah project baru dengan template Standard.EXE. Rancanglah sebuah form seperti terlihat pada gambar 1. Beberapa properti form tersebut harus diberi nilai sebagai berikut:

Kontrol
Properti
Nilai
Form
Caption
Terbilang
TextBox1
Name
txtAngka
TextBox2
Name
txtTerbilang

Multiline
True
CommandButton1
Name
cmdTerbilang

Caption
&Terbilang
CommandButton2
Name
cmdExit

Caption
E&xit

Kemudian tambahkan sebuah modul dengan cara klik kanan pada Project Explorer dan pada menu yang muncul pilih Add > Module. Bandingkan dengan gambar 2.

gambar 2


            Pada module baru tersebut tambahkan kode program seperti disajikan pada listing 1.
            Kemudian klik ganda tombol Terbilang dan tambahkan kode program seperti disajikan pada listing 2.
            Langkah terakhir, klik ganda tombol Exit dan tambahkan kode program seperti disajikan pada listing 3.
            Hasil eksekusi program tersebut ditampilkan pada gambar 3. Masukkan suatu angka pada kotak teks Angka, klik tombol Terbilang, teks terbilang dari angka tersebut akan muncul pada kotak teks Terbilang.

gambar 3

Listing 1. Fungsi terbilang

Public Function Terbilang(x As Double) As String
Dim tampung As Double
Dim teks As String
Dim bagian As String
Dim i As Integer
Dim tanda As Boolean

Dim letak(5)
letak(1) = "ribu "
letak(2) = "juta "
letak(3) = "milyar "
letak(4) = "trilyun "

If (x = 0) Then
Terbilang = "nol"
Exit Function
End If

If (x < 2000) Then
tanda = True
End If

teks = ""

If (x >= 1E+15) Then
Terbilang = "Nilai terlalu besar"
Exit Function
End If

For i = 4 To 1 Step -1
tampung = Int(x / (10 ^ (3 * i)))
If (tampung > 0) Then
bagian = ratusan(tampung, tanda)
teks = teks & bagian & letak(i)
End If
x = x - tampung * (10 ^ (3 * i))
Next

teks = teks & ratusan(x, False)
Terbilang = teks
End Function

Function ratusan(ByVal y As Double, ByVal flag As Boolean) As String
Dim tmp As Double
Dim bilang As String
Dim bag As String
Dim j As Integer

Dim angka(9)
angka(1) = "se"
angka(2) = "dua "
angka(3) = "tiga "
angka(4) = "empat "
angka(5) = "lima "
angka(6) = "enam "
angka(7) = "tujuh "
angka(8) = "delapan "
angka(9) = "sembilan "

Dim posisi(2)
posisi(1) = "puluh "
posisi(2) = "ratus "

bilang = ""
For j = 2 To 1 Step -1
                        tmp = Int(y / (10 ^ j))
If (tmp > 0) Then
bag = angka(tmp)
If (j = 1 And tmp = 1) Then
y = y - tmp * 10 ^ j
If (y >= 1) Then
posisi(j) = "belas "
Else
angka(y) = "se"
End If
bilang = bilang & angka(y) & posisi(j)
ratusan = bilang
Exit Function
Else
bilang = bilang & bag & posisi(j)
End If
End If
y = y - tmp * 10 ^ j
Next

If (flag = False) Then
angka(1) = "satu "
End If
bilang = bilang & angka(y)
ratusan = bilang
End Function


Listing 2. Event click pada cmdTerbilang

Private Sub cmdTerbilang_Click()
Dim angka As Double
Dim teks As String
angka = Val(txtAngka.Text)
teks = Terbilang(angka)
txtTerbilang.Text = teks
End Sub


Listing 3. Event click pada cmdExit

Private Sub cmdExit_Click()
End
End Sub





Membuat Jam Digital Dengan Visual Basic

By : DG Comic
            Program untuk membuat jam digital dengan Visual Basic merupakan program yang relatif sederhana. Hanya diperlukan sebuah form dan beberapa baris pemrograman saja.


Desainlah form seperti terlihat pada gambar 1. Kontrol timer dapat diletakkan di mana saja karena tidak akan terlihat pada saat runtime. Kemudian beberapa kontrol yang ada harus diubah nilai propertinya sesuai dengan tabel berikut:

Kontrol
Properti
Nilai
Form
BorderStyle
1 – Fixed Single
Caption
Jam Digital
TextBox
Name
TxtJam
Text
[kosong]
Command Button
Name
CmdExit
Caption
E&xit
Timer
Interval
1000

            Tambahkan kode program ke dalam form tersebut seperti diberikan pada listing 1. Pada prinsipnya, pada saat form di load, teks pada txtJam harus menunjukkan waktu saat itu yang diberikan oleh objek Time. Kemudian setiap interval yang ditentukan pada kontrol Timer, teks pada txtJam juga diupdate sesuai dengan waktu saat itu.


Hasil eksekusi program tersebut terlihat pada gambar 2.

Listing 3. Membuat Jam Digital

Private Sub cmdExit_Click()
End
End Sub

Private Sub Form_Load()
txtJam.Text = Time
End Sub

Private Sub Timer1_Timer()
txtJam.Text = Time
End Sub

            Nah, sederhana, bukan?


Aneka Tips Dan Trik Pemrograman Visual Basic

By : DG Comic
Bagian ini akan memberikan aneka tip dan trik pemrograman yang biasa diterapkan di Visual Basic versi 6.0.

            Anda tentu sudah mengetahui bahwa pada aplikasi tertentu yang menggunakan password, text box yang digunakan untuk mengisi password selalu memunculkan karakter bintang (*) jika Anda mengetikkan sesuatu ke dalamnya. Hal ini tentu saja dimaksudkan agar orang lain tidak dapat membaca karakter sebenarnya yang Anda ketikkan. Untuk membuat sebuah text box agar mengeluarkan karakter * (atau bahkan karakter yang lain) caranya sangat mudah, yaitu mengisikan karakter yang Anda inginkan pada properti PasswordChar kontrol text box. Setelah itu jika Anda mengetikkan sesuatu ke dalam text box tersebut, maka karakter yang akan muncul adalah karakter yang Anda masukkan ke dalam properti PasswordChar tersebut.

            Seringkali jika aplikasi Anda dijalankan, letak form aplikasi tersebut pada layar monitor tidak menetap. Kadang di kiri atas, kadang di tengah, kadang di bawah. Bagi Anda yang menyukai kerapian, mungkin hal ini akan terasa menjengkelkan. Ada suatu trik mudah agar form aplikasi tersebut selalu terletak di tengah layar monitor jika dieksekusi, yaitu dengan mengubah properti StartUpPosition menjadi 2 – CenterScreen, atau klik kanan gambar form pada Form Layout Window, pilih Startup Position®Center Screen.

Ukuran Default Kontrol
            Untuk menambahkan sebuah kontrol ke dalam form, Anda menggunakan cara klik dan seret mouse untuk membentuk kontrol tersebut di dalam form. Jika Anda ingin menggunakan sebuah kontrol dengan ukuran defaultnya, maka ada cara yang lebih cepat, yaitu klik ganda ikon kontrol tersebut. Otomatis ke dalam form akan ditambahkan kontrol tersebut dengan ukuran default. Sedangkan posisinya tentu saja masih harus diatur secara manual.

            Jika Anda adalah pengguna Visual Basic mulai dari versi-versi awal, Anda tentu tahu bahwa tampilan IDE (Integrated Development Environment) atau tampilan jendela Visual Basic 6.0 berbeda dengan versi-versi sebelumnya. Anda dapat mengubah tampilan IDE Microsoft Visual Basic 6.0 agar menyerupai versi-versi sebelumnya dengan klik menu Tools®Options. Pilih tab Advanced, aktifkan check box SDI Development Environment. Keluarlah dari Visual Basic 6.0, kemudian jalankan lagi. Tampilan IDE Visual Basic 6.0 akan berubah seperti gambar 1.

            Selama ini Anda selalu menggunakan Caption pada Command Button. Anda juga dapat menambahkan gambar pada Command Button untuk menambah daya tarik aplikasi Anda. Untuk itu ada beberapa properti yang perlu diubah, yaitu:

Nilai
Style
2 - Graphical
Caption
[Anda boleh mengosongkan properti ini]
Picture
[Gambar yang hendak ditambahkan pada Command Button]
DownPicture
[Gambar pada Command Button ketika diklik]

            Contoh:
            Buatlah sebuah form, tambahkan sebuah Command Button dan ubahlah propertinya sebagai berikut:

Nilai
Style
2 - Graphical
Caption
[kosong]
Picture
C:\Windows\Cursors\No_l.cur
DownPicture
C:\Windows\Cursors\No_m.cur

            Untuk properti Picture dan DownPicture, jika file-file kursor yang diberikan pada contoh tidak ada pada komputer Anda, Anda boleh menggantinya sendiri dengan file lain.
Jalankan aplikasi Anda, perhatikan apa yang terjadi jika Command Button tersebut diklik.

            Kadang-kadang Anda ingin menampilkan sebuah menu dengan klik kanan pada sebuah objek. Menu seperti inilah yang disebut PopUp Menu. Caranya sangat mudah. Buatlah sebuah menu dengan menu editor, lalu nonaktifkan pilihan visible yang terdapat pada kotak dialog menu editor. Yang harus diperhatikan adalah, pilihan visible ini hanya non aktif untuk menutitle-nya saja, sedangkan untuk setiap menuitem, pilihan visible ini harus tetap aktif. Kemudian gunakan event mouse down pada objek yang Anda inginkan untuk menampilkan PopUp Menu, lalu tambahkan sintaks sebagai berikut:

            PopUpMenu    menutitle

            Ingat, dengan menggunakan event mouse down, tombol mouse yang diklik bisa ditangkap dengan mengambil nilai tertentu dari parameter button. Untuk tombol kanan mouse, nilai parameter button adalah 2.
Contoh:
            Buatlah sebuah form, tambahkan menu dan kontrol Picture Box ke dalamnya. Isi menu dan gambar terserah Anda. Jangan lupa untuk menonaktifkan check box visible pada menu editor untuk menutitle-nya. Pada kontrol picture box tambahkan kode seperti pada listing 1.

Listing 1. Event MouseDown pada Picture1

Private Sub Picture1_MouseDown(Button As Integer, Shift As Integer, X As Single, Y As Single)
If Button = 2 Then
PopupMenu mnuFile
End If
End Sub

            Jalankan aplikasi tersebut. Menu akan muncul jika Anda mengklik kanan kontrol Picture Box.

            Untuk mengedit beberapa kontrol sekaligus, gunakan kombinasi shift+klik atau ctrl+klik untuk mengaktifkan pilihan terhadap beberapa kontrol.
Sebagai contoh, perhatikan gambar 2. Pada gambar tersebut, ketiga Command Button yang ada pada form terletak terlalu ke kiri. Untuk memindahkan ketiganya sekaligus ke tengah, pilih ketiga Command Button tersebut dengan kombinasi shift+klik atau ctrl+klik. Setelah itu Anda dapat memindahkan ketiga kontrol tersebut sekaligus.

            Kadang-kadang karena sesuatu hal kita tidak dapat menggunakan mouse dalam mengoperasikan suatu aplikasi, misalnya mouse sedang rusak. Maka terpaksa kita menggunakan keyboard dalam menjalankan suatu aplikasi. Atau mungkin aplikasi kita adalah aplikasi yang digunakan di kasir toko yang memang sengaja tidak diberi mouse. Pada keadaan dimana kita harus menggunakan keyboard, maka untuk berpindah dari satu kontrol ke kontrol yang lain kita menggunakan tombol tab. Untuk itu di dalam mendesain suatu form, kita juga perlu mengatur urut-urutan kontrol yang akan aktif jika tombol tab ditekan. Untuk mengatur urutan tersebut caranya sangat mudah, yaitu dengan mengatur properti TabIndex setiap kontrol. Kontrol yang langsung fokus jika aplikasi dijalankan akan memiliki TabIndex 0, kemudian jika kita menekan tombol tab, maka kontrol berikutnya yang aktif adalah yang memiliki TabIndex 1, dan seterusnya.
            Untuk kasus tertentu, maka penggunaan tombol tab untuk berpindah dari satu kontrol ke kontrol lain tidak efisien, dan untuk menggantikan tombol tab diinginkan tombol enter. Untuk menggantikan tombol tab dengan enter, maka trik yang dapat dipakai adalah menggunakan event KeyPress. Nilai keyAscii untuk enter adalah 13. Jika nilai keyAscii 13 ini terpenuhi, maka kontrol berikutnya yang ingin dijadikan fokus harus dikenai metoda setfocus.
           
Menambahkan Kontrol Array Pada Saat Run-Time
            Umumnya kita menambahkan kontrol ke dalam form pada saat mendesain form tersebut (pada saat design time), tetapi Visual Basic juga menyediakan fasilitas untuk menambah jumlah kontrol array pada saat run-time dengan menggunakan pernyataan Load.
            Contoh:
            Buatlah sebuah form dan tambahkan sebuah Command Button. Ubah properti Indexnya dengan angka 0.

            Ke dalam Command Button tersebut tambahkan kode program seperti listing 2.

Listing 2. Event Click pada Command1

Private Sub Command1_Click(Index As Integer)
            Load Command1(1)
            Command1(1).Left = Command1(0).Left
            Command1(1).Top = Command1(0).Top + Command1(0).Height
            Command1(1).Caption = "Command Baru"
            Command1(1).Visible = True
End Sub

            Perhatikan bahwa pada prosedur Command1_Click terdapat parameter Index As Integer yang harus ditambahkan.
Jalankan aplikasi tersebut. Jika Command Button diklik, maka otomatis akan ditambahkan sebuah Command Button baru tepat di bawahnya.






Nah, mudah-mudahan tips dan trik di atas membantu Anda dalam membuat aplikasi-aplikasi dengan Visual Basic.

- Copyright © Komputer Skills (Serba Serbi Tehnik Komputer) - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan - Published By Responsive blogger Templates